Powered By Blogger

Selasa, 21 Mei 2013

Perekonomian Di Indonesia


PEREKONOMIAN INDONESIA
Sistem ekonomi yang dianut oleh setiap bangsa berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan falsafah dan ideologi dari masing-masing negara. Seperti halnya Indonesia, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia akan berbeda dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Amerika Serikat ataupun negara-negara lainnya. Pada awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, di mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia.
A. Sistem Ekonomi Indonesia
Sistem ekonomi yang dianut oleh setiap bangsa berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan falsafah dan ideologi dari masing-masing negara. Seperti halnya Indonesia, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia akan berbeda dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Amerika Serikat ataupun negara-negara lainnya. Pada awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, di mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia. Berikut ini bentuk sistem ekonomi di Indonesia dari masa Orde Baru hingga sekarang.
1. Sistem Ekonomi Demokrasi
Indonesia mempunyai landasan idiil yaitu Pancasila dan landasan konstitusional yaitu UUD 1945. Oleh karena itu, segala bentuk kegiatan
masyarakat dan negara harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian yang ada di Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disusun untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan pembangunan ekonomi. Sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disebut sistem ekonomi demokrasi. Dengan demikian sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
2. Sistem Ekonomi Kerakyatan
Sistem ekonomi kerakyatan berlaku di Indonesia sejak terjadinya Reformasi di Indonesia pada tahun 1998. Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Sistem ekonomi kerakyatan mempunyai ciri-ciri berikut ini.
a)      Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
b)      Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
c)      Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
d)     Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
B. Pelaku Utama dalam Sistem Perekonomian Indonesia
Sistem ekonomi kerakyatan sendi utamanya adalah UUD 1945 pasal 33 ayat (1), (2), dan (3). Bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (1) adalah koperasi, dan bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (2) dan (3) adalah perusahaan negara. Adapun dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi “hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh di tangan seorang”. Hal itu berarti perusahaan swasta juga mempunyai andil di dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian terdapat tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.

Sumber :

Senin, 06 Mei 2013

Sistem Perekonomian di Indonesia


SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA.
 
Indonesia tidak menganut Sistem ekonomi tradisional, Sistem ekonomi komando, Sistem ekonomi pasar, maupun Sistem ekonomi campuran. Sisten ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila, yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi maka dikenal juga dengan Sistem Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat. Dalam pembangunan ekonomi masyarakat berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat guna meningkatkan keejahteraan masyarakat.
Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Negara sangat mengakui setiap upaya dan usaha warga negaranya dalam membangun perekonomian.
Adapun ciri negatif yang harus dihindari dalam sistem perekonomian kita karena bersifat kontradiktif dngan nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :
1) Sistem ”Free Fight Liberalism”, yang menumbuhkan eksploitau manusia dan bangsa lain;
2) Sistem “Etatisme”, negara sagat dominan serta mematikan potensi dan daya kresi unit-unit ekonomi di luar sektor negara
3) Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu keompok dalam bentuk monopoli yang mergikan masyarakat.
Landasan perekonomian Indonesia adalah pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4 UUD 1945 hasil Amendemen, yang berbunyi sebagau berikut :
a) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan;
b) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara da menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara;
c) Bumi, air, dan kekayaan ala yang terkandung si dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besranya kemakmuran rakyat.
d) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Selain tercantum dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945, demokrasi ekonomi tercantum dalam Tap MPRS No. XXII/MPRS/1996 sebagai cta-cita sosial dengan ciri-cirinya. Selanjutnya, setiap Tap MPR tentang GBHN mencantumakn demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan dengan ciri-ciri posiif yang selalu harus dipupuk dan dikembangkan. Ciri-ciri positif diuraikan dalam poin-poin berikut :
a) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan;
b) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara da menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara;
c) Bumi, air, dan kekayaan ala yang terkandung si dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besranya kemakmuran rakyat.
d) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
e) Warga memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan dan penghidupan yang layak;
f) Hak milik perseorangan diakui pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat;
g) Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan salam batas-batas yang tidak merugikan kepentngan umum;
h) Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara dgunakan dengan pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat;

i) Fhttp://www.gunadarma.ac.id/akir miskin dan anak-anka terlantar dipelihara oleh negara.
Pemikiran tokoh- tokoh ekonomi yang ikut mewarnai sistem ekonomi kita, diantaranya :
a. Pemikiran Mohammad Hatta (Bung Hatta)
Bung Hatta selain sebagai tokoh Proklamator bangsa Indonesia, juga dikenal sebagai perumus pasal 33 UUD 1945. bung Hatta menyusun pasal 33 didasari pada pengalaman pahit bangsa Indonesia yang selama berabad-abad dijajah oleh bangsa asing yang menganut sitem ekonomi liberal-kapitalistik. Penerapan sistem ini di Indonesia telah menimbulkan kesengsaraan dan kemelaratan, oleh karena itu menurut Bung Hatta sistem ekonomi yang baik untuk diterapkan di Indonesia harus berasakan kekeluargaan
b. Pemikiran Wipolo
Pemikiran Wipolo disampaikan pada perdebatan dengan Wijoyo Nitisastro tentang pasal 38 UUDS (pasal ini identik dengan pasal 33 UUD 1945), 23 september 1955.menurut Wilopo, pasal 33 memiliki arti SEP sangat menolak sistem liberal, karena itu SEP juga menolak sector swasta yang merupakan penggerak utama sistem ekonomi liberal-kapitalistik
c. Pemikiran Wijoyo Nitisastro
Pemikiran Wijoyo Nitisastro ini merupakan tanggapan terhadap pemikiran Wilopo. Menurut Wijoyo Nitisastro, pasal 33 UUD 1945 sangat ditafsirkan sebagai penolakan terhadap sector swasta.
d. Pemikiran Mubyarto
Menurut Mubyarto, SEP adalah sistem ekonomi yang bukan kapitalis dan juga sosialis. Salah satu perbedaan SEP dengan kapitalis atau sosialis adalah pandangan tentang manusia. Dalam sistem kapitalis atau sosialis, manusia dipandang sebagai mahluk rasional yang memiliki kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan akan materi saja.
e. Pemikiran Emil Salim
Konsep Emil Salim tentang SEP sangat sederhana, yaitu sistem ekonomi pasar dengan perencanaan. Menurut Emil Salim, di dalam sistem tersebutlah tercapai keseimbangan antara sistem komando dengan sistem pasar. “lazimnya suatu sistem
ekonomi bergantung erat dengan paham-ideologi yang dianut suatu negara
Sumitro Djojohadikusumo dalam pidatonya di hadapan School of Advanced
International Studies di Wasington, AS Tanggal 22 Februari 1949, menegaskan
bahwa yang dicita-citakan bangsa Indonesia adalah suatu macam ekonomi campuran. Lapangan-lapangan usaha tertentu akan dinasionalisasi dan dijalankan oleh pemerintah, sedangkan yang lain-lain akan terus terletak dalam lingkungan usaha swasta.

Referensi : http://arhieword.wordpress.com/2012/02/06/sistem-perekonomian-indonesia-makalah/

Ekonomi Indonesia



Ilmu ekonomi merupakan bidang studi yang sudah cukup lama berkembang. Perkembangannya bermula sejak tahun 1776 setelah Adam Smith menerbitkan buku berjudul "An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations." Adam Smith sendiri dianggap sebagai bapak ilmu ekonomi, dan pemikirannya dalam buku tersebut masih mendapat perhatian dalam pemikiran ahli ekonomi pada masa kini. Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." 

Menurut beberapa ahli ekonomi, pengertian ekonomi sendiri adalah:
* Adam Smith
Ekonomi ialah penyelidikan tentang keadaan dan sebab adanya kekayaan negara.

* Abraham Maslow
Ekonomi adalah salah satu bidang pengkajian yang mencoba menyelesaikan masalah keperluan asas kehidupan manusia melalui penggemblengan segala sumber ekonomi yang ada dengan berasaskan prinsip serta teori tertentu dalam suatu sistem ekonomi yang dianggap efektif dan efisien.

* Paul A. Samuelson
Ekonomi merupakan cara-cara yang dilakukan oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Perekonomian di Indonesia sendiri sudah dimulai sejak masa kerajaan, pada masa itu uang logam dan emas sudah mulai digunakan untuk menunjang perekonomian. Perdagangan dari peradaban besar seperti China, Romawi dan Mesir membangkitkan semangat penduduk pribumi untuk berdagang. Dan dengan didukung oleh letak Indonesia yang sangat strategis juga menjadi faktor utama berkembangnya perekonomian pada masa itu. Sistem perekonomian Indonesia juga dipengaruhi oleh Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang. Seperti diketahui bersama, 4 negara tersebut pernah menjajah Indonesia. Belanda sendiri melimpahkan wewenang untuk mengatur perekonomian kepada VOC. VOC sendiri menetapkan peraturan seperti mewajibkan untuk menyerahkan hasil bumi pada VOC juga pajak atas hasil bumi. Namun kemudian VOC dibubarkan karena dianggap gagal dalam mengatur perekonomian.

Inggris kemudian merubah pola pajak hasil bumi yang sudah dua abad diterapkan oleh Belanda. Inggris menetapkan pajak tanah, dengan sistem tersebut maka masyarakat pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk inggris atau yang diimpor dari India. Sistem ini menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya tapi juga menjadi daerah pemasaran poduk negara penjajah. Dan pada masa penjajahan Jepang, terjadi perombakan besar-besaran dalam struktur perekonomian. Kesejahteraan masyarakat menurun drastis dan kelangkaan pangan terjadi pada masa tersebut.

Dan ketika proklamasi berkumandang, 17 Agustus 1945, Indonesia mulai membangun perekonomiannya sendiri. Walaupun pada saat itu, perekonomian Indonesia sangat buruk karena tingkat inflasi yang tinggi. Untuk meredam inflasi, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yaitu menerbitkan uang kertas baru sebagai pengganti uang Jepang yang diberi nama ORI (Oeang Republik Indonesia) pada Oktober 1946. Kemudian pemerintah juga melakukan privatisasi badan milik Belanda atau Jepang menjadi milik Indonesia. Dan seiring berkembangnya Indonesia, maka wajah perekonomian Indonesia berubah sesuai dengan pandangan politik Indonesia. 


Referensi:
1. http://carapedia.com
2. http://www.anneahira.com/perekonomian-indonesia.htm
3. http://id.wikipedia.org
4. http://hasmitaoktiani.wordpress.com/2012/06/07/sejarah-perekonomian-indonesia/

http://www.gunadarma.ac.id/

Kamis, 14 Maret 2013

Manajemen Strategic " Kehidupan Dan Posisi Diri Kita



Kehidupan

Hidup dan  mimpi saya. Perjalanan hidup bagi saya adalah sebuah perjalanan panjang untuk mendaptkan keingginan yang kita ingginkan. Sedangkan kalau bicara mimpi saya adalah sebuah gambaran kecil dari perjalanan hidup saya. Hidup saya sekarang masih belum ada apa-apanya, ilmu yg saya miliki pun belum bisa berguna maksimal. Posisi saya pun sekarang tidak bisa dibilang sukses dan tidak juga di bilang buruk. Saya sering mengalami kegagalan, dari bekerja di Peternakan , KAP hingga sekarang di Telkom. Di dunia bisnis pun saya sering jatuh bangun. Tapi itu semua adalah perjalanan panjang yg dilalui tidak sebentar. Saya pun puas hingga saat ini menjalani perjalanan hidup walau tidak maksimal. Dan target yang saya inggin capai adalah berkerja dengan bidang saya yaitu akuntansi di perusahaan yang baik dengan modal ilmu yg efektif serta kerja keras  

Visi, Misi Dan Tujuan

VISI
Untuk Menjadi Pemain Pemimpin Telekomunikasi, Informasi, Media, Edutainment dan Jasa ("WAKTU") di Kawasan.

MISI
• Untuk Memberikan WAKTU dengan Excellent Quality & Harga Kompetitif.
• Untuk menjadi Model Peran sebagai Terbaik Kelola Indonesia Corporation.

TUJUAN
Untuk mencapai posisi terdepan dengan memperkuat bisnis legacy kami dan pertumbuhan bisnis new wave untuk memperoleh 60% dari pendapatan industri pada tahun 2015.

    
1.     Menyelaraskan Struktur Bisnis dan Manajemen Portofolio.
    
2.     Mempercepat Broadband Melalui Jasa Converged.
    
3.     Kelola Portofolio Wireless.
    
4.     Leverage Terpadu Solusi Ekosistem.
    
5.     Berinvestasi dalam IT Services.
    
6.     Investasi di Media & Edutainment Bisnis.
    
7.     Peluang Investasi di International Grosir dan Strategis.
    
8.     Investasi di Bisnis Terkait yang Memanfaatkan Kekayaan.
    
9.     Mengintegrasikan NGN & OBCE untuk Mencapai Transformasi Biaya.

Kamis, 21 Juni 2012

Kesan dan Pesan

 IBU......



Ibu adalah sseseorang yang menjadi panutan bagi saya. Karena saya tidak memungkiri bahwa kami memang sangat butuh sosok yang bisa menjadi penghibur ditengah kesibukan kuliah yang sangat menyebalkan. Hari senin yang mengandung arti kekhawatiran, dan pengulangan kelas di kelas 2, dan lain sebagainya sudah Ibu ubah menjadi hari yang sangat menyenangkan. Namun sangat disayangkan sekali, kenapa kita bertemu di mata kuliah softskill hanya sekali dalam sebulan kita bertemu. Padahal setiap hari kami butuh sosok dosen yang seperti Ibu. kami kan merindukan ibu selalu.ribuan kilo saya mencari tapi ternyata di matakuliah inilah saya bertemu.
Jadilah dosen yang selalu membina mahasiswanya dengan suasana penuh kasih dan kehangatan. Semakin tinggi gelar bukan bertujuan semakin  dihormati, melainkan agar lebih dapat merangkul mahasiswa dengan segenap hati. jadilah pribadi yang menyenangkan.
ibu tahu tidak jika mata di tutup akan gelap, begitupula kehadiran ibu jika tiodak mengajar dikelas, suasana begitu hampa dan gelap.


Suatu saat nanti, kapanpun itu, kami akan selalu mengingat Ibu.
Namamu akan selalu kami sebut di dalam doa.

Terima Kasih untuk semuanya.

Analisis Laporan Keuangan

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Penjualan Tahun 2000 = 41.366
Penjualan Tahun 2001 = 40.990
Penjualan Tahun 2002 = 40.843
1. a. Penjualan Tahun 2000 – 2001
Jadi, penjualan tahun 2000 – 2001 =  40.990 / (41.366 + 40.990) = 0,49 atau 49 %
b. Penjualan Tahun 2001 – 2002
Jadi, penjualan tahun 2001 – 2002 = 40.843 / (40.990 + 40.843) = 0,49 atau 49%
2. Analisis Horizontal untuk neraca
Harta
2001
2002
Jumlah
%
Harta Lancar
1000
2000
3000
100%
Harta Tetap
1500
2500
4000
66,67%
Harta Tidak berwujud
2000
1500
3500
25%
Total Harta
4500
5500
10000
22,22%
Hutang




Hutang Jangka Pendek
300
200
500
33,33%
Hutang Jangka Panjang
250
300
550
20%
Total Hutang
550
500
1050
9%
Modal
3950
5000
8950
26,5%